Reaksi Penetralan/Penggaraman
Asam Basa
Sumber:
cari melalui google search tulis kimia. di dapatkan beberapa halamanweb.
http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia_dasar/asam_dan_basa/reaksi-penetralanpenggaraman-asam-basa/cari melalui google search tulis kimia. di dapatkan beberapa halamanweb.
Kata
Kunci:
Dari
televisi, Anda sering melihat iklan yang menggambarkan bagaimana efektifnya
antasid (obat maag) dalam menetralkan asam lambung.
Apa yang dikandung
obat-obatan antasid tersebut?
Ternyata obat-obatan tersebut mengandung basa,
karena hanya basa yang dapat menetralkan pengaruh asam. Umumnya zat-zat dengan
sifat yang berlawanan, seperti
asam dan basa cenderung bereaksi satu sama lain.
Reaksi asam dan basa merupakan pusat kimiawi sistem kehidupan, lingkungan, dan
proses-proses industri yang penting. Bila larutan asam direaksikan dengan
larutan basa, maka sebagian dari ion H3O+ asam akan bereaksi dengan sebagian
ion OH- basa membentuk air.
Karena air bersifat
netral, maka reaksi asam dengan basa disebut reaksi penetralan. Persamaan
diatas hanya memperhitungkan sebagian ion-ion yang ada dalam larutan.
Apakah
yang terjadi dengan ion negatif sisa asam dan ion positif sisa basa?
Ion-ion
ini akan bergabung membentuk senyawa ion yang disebut garam. Bila garam yang
terbentuk itu mudah larut dalam air, maka ion-ionnya akan tetap ada dalam
larutan. Tetapi jika garam itu sukar larut dalam air, maka ion-ionnya akan
bergabung membentuk endapan.
Jadi reaksi asam dengan basa disebut juga penggaraman, karena:
Persamaan berikut
menunjukkan apa yang terjadi pada semua ionion selama terjadi reaksi penetralan
atau reaksi penggaraman.
NaCl adalah garam yang
mudah larut dalam air. Jadi ion-ion Na+ dan Cl- tetap dalam larutan. Apabila
larutan itu diuapkan akan di dapat kristal natrium klorida (NaCl). Untuk
melihat proses pembentukan NaCl perhatikan Gambar 16 berikut.
Tujuan dari titrasi
adalah menentukan konsentrasi larutan seperti HCl, menggunakan larutan NaOH
yang konsentrasinya tidak diketahui. Tahap-tahap titrasi berdasarkan Gambar 17,
asumsikan masing-masing larutan 1 L (a).
Kemudian mengambil 25
mL larutan HCl dengan menggunakan
pipet seukuran (pipet gondok) (b) dan memasukkan pada tabung erlenmeyer (c),
ditambahkan 2 tetes indikator. Indikator menunjukkan reaksi dengan adanya
perubahan warna, bila titik akhir telah dicapai. Titik akhir reaksi menunjukkan
bahwa mol pereaksi sama dengan mol hasil reaksi. Hal ini menandakan bahwa
titrasi telah selesai.
Larutan NaOH
diletakkan dalam buret (d). Lalu proses titrasi dilakukan dengan cara membuka
kran buret dan meneteskan setetes demi tetes (e). Jika telah terjadi perubahan
warna berarti titik akhir telah tercapai. Jumlah mol HCl sama dengan jumlah mol
NaOH dengan reaksi:
Selanjutnya kita dapat
menghitung konsentrasi larutan HCl. Volume larutan NaOH dibaca dalam buret awal
dan akhir titrasi. Lebih jelasnya perhatikan contoh soal berikut.
Contoh Soal 1
Hitung
konsentrasi larutan HCl bila konsentrasi larutan NaOH 1,500 M, volume larutan
HCl 25,00 mL, pembacaan buret awal adalah 1,42 mL, dan buret akhir 46,10 mL.
Penyelesaian Volume larutan NaOH
adalah 46,10 mL – 1,42 mL = 44,68 mL,
maka
jumlah mol NaOH =
Contoh cara mencari artikel ini :
![]() |
| melalui google search tulis kimia, kemudian pilih Chem-is-try.org l Situs Kimia Indonesia l |
ß
![]() | |
|
ß
![]() | ||
|








Tidak ada komentar:
Posting Komentar